KOTA SUKABUMI – Ponpes Modern Dzikir Al-Fath kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah melalui kegiatan Tampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat yang digelar di SMAN 1 Kota Sukabumi.

Kegiatan budaya tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Ponpes Modern Dzikir Al-Fath dalam program pertunjukan budaya “road to school” yang bertujuan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda sejak dini. (KDP Kota Sukabumi)

Acara dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan dihadiri pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, budayawan, tokoh masyarakat, guru, pelajar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam menjaga identitas bangsa di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi. Ia mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga budaya daerah sebagai warisan luhur bangsa. (KDP Kota Sukabumi)

Berbagai Warisan Budaya Tak Benda khas Sukabumi ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Golok Kalapetok, Pencak Silat Sang Maung Bodas, Boles (Bola Leungeun Seuneu), Ngagondang Lisung, hingga Lisung Ngamuk yang memiliki nilai filosofi dan sejarah budaya Sunda.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. M. Fajar Laksana menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi media edukasi budaya sekaligus upaya membangun karakter generasi muda melalui seni dan tradisi lokal.

Selain menjadi pusat pendidikan pesantren, Ponpes Dzikir Al-Fath juga dikenal aktif mengembangkan wisata budaya dan edukasi berbasis tradisi Sunda. Berbagai budaya yang dikembangkan bahkan telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat daerah maupun nasional. (jabar.kemenag.go.id)

Melalui program sosialisasi dan pertunjukan budaya di sekolah-sekolah, diharapkan generasi muda Kota Sukabumi semakin memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, budayawan, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern. (KDP Kota Sukabumi)

Sumber: