
Waetele, Pulau Buru — Safari Dakwah KH. M. Fajar Laksana dilaksanakan di Desa Waetele, Pulau Buru, Maluku, pada Senin, 20 Juli 2026. Desa Waetele merupakan desa transmigrasi yang sekitar 80 persen penduduknya berasal dari Jawa Barat dan mayoritas bersuku Sunda.
Kegiatan diisi dengan Tabligh Akbar sekaligus peresmian tim hadroh remaja masjid Desa Waetele. Dalam kesempatan tersebut, KH. M. Fajar Laksana memberikan nama Hadroh Al-Fatih kepada tim hadroh yang telah dibina melalui Program Ustadz Garis Depan.
Selama kurang lebih tujuh bulan, UGD Desa Waetele telah membina 1 masjid, yaitu Masjid Al-Ikhlas, 30 jamaah ibu-ibu, 130 santri TPQ Al-Ikhlas, serta 1 tim hadroh remaja masjid. Berbagai program juga telah dilaksanakan, seperti pengajian rutin, PHBI, kerja bakti, gotong royong, Gebyar Ramadan, tadarus Al-Qur’an, pembinaan keagamaan, dan peringatan Muharram.
Dalam sambutannya, KH. M. Fajar Laksana menegaskan bahwa UGD merupakan implementasi fungsi pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ponpes Modern Dzikir Al-Fath juga membuka kesempatan beasiswa gratis 100 persen mulai jenjang SD hingga perguruan tinggi, termasuk mondok, pelatihan kerja, magang, dan penyaluran kerja ke luar negeri bagi warga Desa Waetele.
Kepala Desa Waetele menyampaikan bahwa kehadiran UGD sangat membantu pembinaan masyarakat dan berharap program tersebut terus dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh warga.






