
KOTA SUKABUMI – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama jajaran Polres Sukabumi Kota melakukan kunjungan silaturahmi kamtibmas ke Ponpes Modern Dzikir Al-Fath di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara kepolisian, ulama, dan lembaga pendidikan pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung pelestarian seni budaya tradisional yang berkembang di lingkungan pesantren.
Rombongan Kapolres disambut hangat dengan nuansa budaya khas pesantren. Dalam kesempatan itu, AKBP Sentot Kunto Wibowo meminta doa serta dukungan dari pimpinan pondok pesantren agar jajaran Polres Sukabumi Kota dapat menjalankan amanah menjaga keamanan masyarakat dengan baik.
Kapolres mengapresiasi sistem pendidikan di Ponpes Dzikir Al-Fath yang tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga aktif melestarikan budaya lokal dan seni tradisional Sunda, khususnya pencak silat aliran Sang Maung Bodas.
Menurutnya, keberadaan seni budaya di lingkungan pesantren menjadi kekuatan penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. M. Fajar Laksana, selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai warisan budaya seperti pencak silat Sang Maung Bodas, permainan tradisional Boles (Bola Leungeun Seuneu), hingga kesenian Ngagotong Lisung yang telah menjadi identitas budaya Kota Sukabumi.
Pencak silat Sang Maung Bodas sendiri memiliki sejumlah jurus khas seperti Golok Kala Petok, Maung Keubet, dan Panca Kinanti. Seni budaya tersebut tidak hanya dipelajari oleh santri dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian pesilat dari mancanegara.
Kapolres menegaskan bahwa Polres Sukabumi Kota mendukung berbagai program positif pesantren, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan generasi muda, maupun pelestarian seni budaya daerah.
Sinergi antara kepolisian dan pesantren diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.