Jejak Peradaban Dunia di Pesantren: Museum Prabu Siliwangi Luncurkan Katalog Keramik Kuno Hasil Kurasi BRIN

SUKABUMI — Ada yang membanggakan dari kompleks Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi. Bertepatan dengan momen Hari Museum Indonesia (Harmusindo) 2026, Museum Prabu Siliwangi yang berada di lingkungan ponpes secara resmi meluncurkan buku Katalog Keramik Bersejarah.

Peluncuran ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian sejarah, di mana ratusan koleksi keramik kuno kini telah resmi masuk ke dalam katalog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menguak Jejak Perdagangan Internasional Sejak Abad ke-8 Masehi

Pendiri Museum Prabu Siliwangi sekaligus Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, menjelaskan bahwa buku katalog ini disusun melalui proses riset dan kurasi mendalam yang dilakukan oleh tim BRIN selama tiga bulan. Dari ratusan koleksi yang tersimpan, terpilih puluhan keramik masterpiece yang merekam jejak peradaban dan hubungan diplomatik internasional masa lalu.

“Alhamdulillah, selama tiga bulan BRIN memilah mana yang dimasukkan dalam katalog keramik. Katalog keramik itu mewakili beberapa negara yang pernah datang ke Indonesia, dibuktikan dengan adanya artefak keramik,” ujar KH. Fajar Laksana.

Koleksi keramik kuno di museum ini tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga menjadi bukti otentik bahwa wilayah Nusantara—khususnya Sukabumi—telah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan internasional dan diplomasi antar bangsa sejak abad ke-8 Masehi. Artefak-artefak tersebut mencakup berbagai corak dan asal negara, termasuk dari Tiongkok (Cina) dan berbagai kawasan mancanegara lainnya.

Sarana Eduwisata Sejarah dan Kebanggaan Santri

Keberadaan Museum Prabu Siliwangi di lingkungan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath membuktikan bahwa institusi pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter akhlak, tetapi juga aktif merawat peninggalan budaya, sejarah, serta peradaban bangsa.

Dengan diterbitkannya katalog resmi dari BRIN ini, diharapkan koleksi keramik bersejarah Museum Prabu Siliwangi semakin dikenal luas oleh masyarakat, akademisi, serta dunia internasional. Hal ini sekaligus memperkaya khazanah eduwisata sejarah di Kota Sukabumi, di mana para santri dan masyarakat umum dapat belajar langsung mengenai dinamika sejarah Nusantara di masa lampau.

Sumber Referensi Berita:

More Articles & Posts