
SUKABUMI – Kekayaan pengetahuan pengobatan tradisional Nusantara kembali terungkap melalui penelitian terhadap naskah kuno “Patambaan Siliwangi” yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi. Naskah ini menjadi bukti bahwa leluhur Sunda telah memiliki sistem medis berbasis herbal yang kompleks sejak ratusan tahun lalu. (KlikSukabumi)
Penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa naskah tersebut berasal dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 dan terdiri dari sekitar 148 halaman. Manuskrip ini ditulis menggunakan aksara Jawa dengan dialek Cirebonan serta pengaruh kuat bahasa Sunda. (Liputan6)
Isi naskah menunjukkan bahwa masyarakat Sunda pada masa lalu telah memiliki sistem pengobatan herbal yang terstruktur dan berbasis pengalaman empiris. Berbagai ramuan obat ditulis secara rinci, mulai dari jenis tanaman, cara pengolahan, hingga manfaatnya bagi kesehatan. (Sukabumi Update)
Dalam penelitian tersebut, ditemukan sedikitnya 28 jenis tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan pengobatan, seperti daun sirih, mengkudu, hingga tanaman langka seperti loa dan lame. Ramuan-ramuan ini digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk sakit kepala dan gangguan kesehatan lainnya. (Liputan6)
Menariknya, naskah “Patambaan” tidak hanya membahas pengobatan, tetapi juga memuat unsur lain seperti perhitungan hari baik, penanggalan, hingga aspek astronomi atau perbintangan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik kesehatan pada masa lalu sangat erat kaitannya dengan sistem kepercayaan dan kosmologi masyarakat. (detikcom)
BRIN menilai naskah ini sebagai aset penting dalam bidang etnofarmasi, karena memuat pengetahuan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi dasar penelitian medis modern. Bahkan, naskah ini tengah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sebagai bentuk pengakuan atas nilai ilmiah dan budaya yang dikandungnya. (Liputan6)
Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan adanya keselarasan antara isi naskah dengan praktik pengobatan tradisional yang masih dijalankan hingga saat ini, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fath Sukabumi. Hal ini memperkuat bahwa ilmu pengobatan tersebut bukan sekadar catatan, tetapi benar-benar diwariskan dan dipraktikkan secara turun-temurun. (Liputan6)
Temuan ini membuka peluang besar untuk pengembangan riset lanjutan, terutama melalui uji laboratorium terhadap kandungan tanaman herbal yang disebutkan dalam naskah. Dengan pendekatan ilmiah modern, bukan tidak mungkin warisan pengobatan tradisional ini dapat menjadi solusi medis masa depan.
Sumber:
- Mengungkap Rahasia Medis Naskah Pengobatan Kuno
- Resep Herbal di Naskah Kuno Patambaan Terungkap
- BRIN Kaji Naskah Kuno Patambaan Siliwangi di Museum Sukabumi
- BRIN Teliti Kitab Patambaan Siliwangi Ungkap Pengobatan Sunda
- Rahasia yang Terkuak dari Naskah Kuno Patambaan Siliwangi