
Sukabumi – Museum kembali menjadi sorotan dunia internasional. Kali ini, seorang arkeolog asal Arab Saudi mengungkap kekagumannya terhadap koleksi langka yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi, Kota Sukabumi.
Kunjungan arkeolog Faisal Abu Malik menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan peradaban yang tersimpan di museum tersebut. Ia secara khusus tertarik pada koleksi di Ruang Sejarah Islam, yang memuat berbagai artefak bernilai tinggi dari masa lampau. (Koran Gala)
Kitab Zabur Bahasa Suryani Jadi Sorotan
Salah satu koleksi yang paling mencuri perhatian adalah kitab Zabur berbahasa Suryani, yang dinilai sangat langka dan memiliki nilai sejarah internasional.
Keberadaan naskah ini menunjukkan bahwa koleksi museum tidak hanya berskala lokal, tetapi juga mencerminkan keterhubungan peradaban dunia, termasuk Timur Tengah dan peradaban kuno lainnya.
Dalam kajian sebelumnya, koleksi naskah di museum tersebut memang mencakup berbagai bahasa kuno seperti Suryani, Ibrani, hingga tulisan Mesir kuno—menandakan nilai global dari artefak yang dimiliki. (Liputan6)
Pengakuan Kelangkaan Koleksi
Faisal Abu Malik mengakui bahwa koleksi yang dimiliki museum ini tergolong unik dan jarang ditemukan, bahkan dalam skala internasional.
Ia menilai keberadaan artefak seperti kitab Zabur tersebut menjadi bukti penting warisan sejarah lintas peradaban yang perlu terus diteliti dan dilestarikan. (Koran Gala)
Tidak hanya itu, ia juga menyatakan ketertarikannya untuk kembali berkunjung dengan membawa referensi tambahan guna mendukung penelitian terhadap koleksi yang ada. (Koran Gala)
Potensi Besar Wisata Edukasi dan Riset
Museum Prabu Siliwangi sendiri dikenal sebagai salah satu pusat edukasi sejarah di Sukabumi yang menyimpan berbagai artefak, mulai dari era prasejarah hingga peradaban Islam dan kolonial. (Wikipedia)
Temuan dan pengakuan dari arkeolog internasional ini semakin memperkuat posisi museum sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus pusat riset sejarah yang berpotensi menarik perhatian dunia.
Sukabumi di Panggung Internasional
Sorotan terhadap kitab Zabur berbahasa Suryani ini menjadi bukti bahwa Sukabumi tidak hanya kaya akan budaya lokal, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan sejarah global.
Dengan pengelolaan dan promosi yang tepat, koleksi-koleksi langka seperti ini berpotensi menjadikan Sukabumi sebagai salah satu pusat studi sejarah dan peradaban dunia di Indonesia.
Sumber:
- Koran Gala https://www.koran-gala.id/news/58717041803/temukan-kitab-zabur-bahasa-suryani-arkeolog-saudi-akui-kelangkaan-koleksi-museum-prabu-siliwangi
- Data pendukung kajian naskah Museum Prabu Siliwangi